NGABUBURIT ala KISARAN

Salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu saat bulan puasa seperti ini adalah Jalan-jalan sore menjelang senja saat berbuka puasa, atau istilah kerennya dengan sebutan Ngabuburit. Ngabuburit sendiri adalah adalah suatu istilah dari Bahasa Sunda yang umum dipakai pada saat menjelang berbuka puasa. Sambil menunggu waktu berbuka biasanya diisi dengan kegiatan menarik untuk menghabiskan waktu. Ngabuburit berasal dari kata burit, sebuah representasi waktu yang menunjukkan mulainya malam hari. Ngabuburit artinya mengisi waktu hingga burit tiba.

Di Kota Kisaran sendiri kegiatan ngabuburit ini juga banyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Diantaranya jalan-jalan keliling kota dengan mengenderai sepeda motor, maka tak heran menjelang sore hari terlihat banyak sekali orang memadati ruas jalan di kota Kisaran, entah itu berburu makanan untuk berbuka atau sekedar jalan-jalan saja buat “ngabisin bensin satu liter”…:D
Atau ada juga yang sekedar kongkow-kongkow bersama teman, pacar, atau keluarga. Biasanya mereka berkumpul ditempat-tempat favorit seperti:
Tugu Adipura (depan kantor Bupati Asahan), Lapangan Parasamya, Danau Kelapa Gading (dekat Polres Asahan), Taman Stadion Mutiara Kisaran. Dan beberapa tempat lainnya.
Taman Stadion Mutiara - Kisaran

Jalan-jalan sore keliling kota

Tugu Adipura

Nongkrong di Tepi Danau Kelapa Gading

Danau Kelapa Gading  







Cafe Lapangan Parasamya

Cafe Pinggir jalan Parasamya

 
Berburu Tazil
Pada saat berbuka puasa, Tazil (makanan untuk berbuka puasa) merupakan sesuatu yang “wajib” disediakan sebagai menu pembuka. Sebenarnya tidaklah sulit untuk mencari penjaja tazil  di kota Kisaran karena hampir disetiap ruas jalan di kota Kisaran banyak kita jumpai para penjaja Tazil, mulai dari gorengan, aneka kue basah, bubur, es buah, es kelapa, kurma dan lain-lain. Di sini kami rekomendasikan beberapa tempat yang kami anggap cukup populer sebagai tempat berburu Tazil di bulan puasa ini di antaranya; Simpang Enam (depan Masjid Al-Husna), Ruas Jalan A.Rivai, dan depan Masjid Agung Kisaran Jalan Imam Bonjol Kisaran. Jika anda ingin berbuka puasa “On The Road” coba aja berkunjung dibeberapa tempat berikut: Pondok Kelapa (Pokel), RM.Rasa Sayang, yang terletak di Jl.Imam Bonjol dekat Pangkal Titi, RM.Aneka Rasa jalan Gatot Subroto Sentang, RM.Etek dan RM.Anapa di Jl.Masmansur.
Ruas Jalan A.Rivai

Ruas Jalan A.Rivai

Depan Masjid Agung Jl.Imam Bonjol

Simpang Enam Depan Masjid Al-Husna

Galeri Masjid di Kota Kisaran


Kisaran adalah kota yang penduduknya sebagian besar menganut agama Islam, maka tak heran  banyak kita jumpai banyak masjid atau pun mushollah yang tegak berdiri.

Seperti juga dijelaskan dalam ayat Al-Qur'an berikut ini perihal Masjid:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

Moment Ramadhan ini terlihat masjid-masjid yang ada di kota Kisaran banyak di datangi oleh jamaah untuk menunaikan salat lima waktu, salat Tarawih, membaca Al-Qur'an (tadarus), pengajian-pengajian majlis taklim dan kegiatan-kegiatan agama lainnya.
Bahkan tidak sedikit di bulan Ramadhan ini yang memanfaatkan masjid sebagai tempat istirahat di siang hari setelah Salat Zuhur, seperti PNS, pegawai swasta, musafir, dan lain-lain.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memakmurkan masjid….amin
Berikut ini beberapa foto Masjid-masjid yang ada di kota Kisaran.
Masjid Agung
Jl.Imam Bonjol Kisaran
    
Masjid Istiqomah
Jl.Jend.Sudirman Kelurahan Bunut Barat
Masjid Arif Al-Azhiim
Jl.Jend.A.Yani (Komp.Polres Asahan)
Masjid Jami' Baiturrahim
Jl.Prof.M.Yamin, SH Kelurahan Kisaran Naga
Masjid Al-Husna
Simpang Enam Kisaran
Masjid Nurul Huda
Jl.Malik Ibrahim Kisaran
Masjid Al-Hidayah
Jl.HOS.Cokroaminoto Kisaran
Masjid Nuur Ashshiyaam
Jl.FL.Tobing Kelurahan Lestari
Masjid Al-Muttaqin
Jl.Ir.H.Juanda Kel.Karang Anyer
Masjid Al-Jihad
Jl.Dr.Setia Budi Kelurahan Selawan
Masjid Nurul Yaqin
Jl.H.Agus Salim (pasar lama) Kelurahan Teladan
Masjid Siti Zubaidah
Jl.Budi Utomo Kelurahan Mutiara
Masjid Abrarul Haq Haji Kasim
Jl.Budi Utomo Kelurahan Siumbut Baru

MAU KULIAH?, DI KISARAN AJA!!!

Meski tergolong kota kecil, Kisaran telah memiliki beberapa Perguruan Tinggi Swasta dan Universitas. Jadi, Bagi adik remaja yang masih bingung ingin melanjutkan study ke jenjang perkuliahan di sini  kami akan memberikan sedikit referensi tempat perkuliahan yang ada di Kota Kisaran.

UNA (Universitas Asahan)
UNA beralamat di Jl.Jend.A.Yani (Jalinsum) Kisaran, Telp (0623-42643)
UNA memiliki 6  Fakultas,
1. Fakultas Teknik
2. Fakultas Keguruan (FKIP)
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Hukum
5. Fakultas Pertanian, dan
6. Fakultas Perikanan

Bagi adik-adik yang tertarik untuk kuliah di UNA, silahkan lihat di situs resminya di www.universitasasahan.com, atau langsung TKP aja…he

















IAIDU (Institut Agama Islam Daar Al-Uluum) Asahan
Bagi Ikhwan dan Akhwat yang ingin memperdalam ilmu Agamanya tempat ini mungkin cocok buat meneruskan study perkuliahannya.
IAIDU beralamat di Jalan Mahoni Kisaran, Telp (0623-42468)
IAIDU Asahan memiliki 3 Fakultas:
1.        Fakultas Tarbiyah
2.       Fakultas Syariah
3.       Fakultas Dakwah

Jadi, Bagi Ikhwan dan Akhwat yang tertarik untuk menuntut ilmu agama Islam dapat kuliah di IAIDU Asahan, dan dapatkan infonya lebih lengkap di
http://iai-asahan.blogspot.com/








STMIK/ AMIK
Mau belajar IT ? dikisaran juga ada Sekolah Tinggi maupun Akademi Ilmu Komputer yaitu AMIK/STMIK Royal Kisaran yang beralamat di Jl.Imam Bonjol No. 179 Telp (0623) 41056 dekat Masjid Agung Kisaran. AMIK/STMIK Royal memiliki program study Teknik Komputer dan Manajemen Informatika untuk jenjang Diploma III (D-III) dan S-1. 

AMIK/STMIK IntelCom Global Indo beralamat di Jl. Hos Cokro Aminoto No.127 Telp (0623) 42022 Kisaran (Kampus I) dan Jl. Abdy Satya Bakti (Graha Indah) Telp.(0623) 345 327 Fax (0623) 345 423 Kisaran (Kampus II ) atau berdekatan dengan Terminal Madya Kisaran.  Untuk Program Studi dan jenjang pendidikannya sama dengan STMIK/AMIK Royal Kisaran, yaitu: Teknik Komputer dan Manajemen Informatika untuk jenjang D-III dan S-1.
Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi situs resminya di amik-intelcom.ac.id dan amikroyal.ac.id












































Bioskop di Kota Kisaran, Riwayatmu Kini

Sejarah Bioskop di Indonesia

Sebelum tahun 1970 sarana hiburan rakyat yang bersifat visual masih sangat terbatas atau sederhana. Karena tempat pelaksanaan hiburan tersebut belum difokuskan pada satu tempat bangunan yang khusus. Artinya pelaksanaan hiburan ini masih dilaksanakan di tempat terbuka seperti di lapangan ataupun di tempat-tempat yang lebih luas. Hiburan ini pada masa itu disebut “layar tancep” (bioskop keliling). Layar tancep ini ini bersifat gratis yang memang ditujukan sebagai sarana bagi masyarakat kecil di sebuah daerah. Layar tancep ini telah ada sejak lama tepatnya sebelum zaman kemerdekaan seperti halnya yang dilakukan oleh orang-orang Belanda yang menggelar layar tancep ini di dalam perkebunan-perkebunan mereka saja, layar tancep ini lebih ditujukan bagi para pekerja perkebunan-perkebunan sehingga lebih bersifat tertutup bagi masyarakat umum, kegiatan ini biasanya dilaksanakan tepat pada acara pasar malam.

Perkembangan Industri Bioskop
Kembali ke tahun 70-an dimana televisi (tv) sudah mulai ada tetapi belum semua masyarakat memilikinya disamping harganya yang mahal dan tergolong barang mewah pada masa itu. Bioskop pada masa itu sudah menjadi primadona bagi dunia hiburan masyarakat. Keberadaan televisi (tv) sebenarnya dapat dianggap saingan bagi bioskop pada masa itu. Kehadiran televisi (tv) menyebabkan masyarakat enggan untuk mencari hiburan yang berupa tontonan diluar rumah. Disinilah strategi bioskop sangat menentukan bagi pengusaha-pengusaha untuk merangsang masyarakat untuk menonton film di bioskop. Di tahun 70-an bioskop menjadi dunia pemasaran perfilman di Indonesia.


Lesunya Industri Bioskop
Bisnis Bioskop di kota Kisaran mengalami kemerosotan yang disebabkan oleh beberapa faktor; Permasalahan pertama yang terjadi adalah pembajakan yang merajalela. Pembajakan ini disinyalir terjadi berkat maraknya masyarakat yang memiliki video tape/ VCD Player secara personal di rumah. Menikmati film di rumah pun menjadi tren tersendiri karena lebih santai dan tentunya irit, bahkan masyarakat tidak perlu membeli Vidio/Film yang akan di tonton karena dapat ditemukan dengan mudah dengan cara merental/menyewa di tempat-tempat penyewaan film atau membeli film bajakan. Tindakan seperti ini memang membuat para masyarakat menengah riang gembira, karena dengan budjet minim mereka dapat menikmati hiburan layaknya di bioskop, sebaliknya malah membuat para pengusaha bioskop “menangis” meratapi pemasukan yang makin menipis.

Di saat pembajakan belum mereda, pada awal 1990-an para pengusaha bioskop kembali dihadapkan pada permasalah berikutnya: munculnya siaran televisi asing lewat parabola. Ancaman lainnya kemudian adalah hadirnya televisi swasta nasional: RCTI , SCTV dan TPI. Ketiga jenis televisi ini membawa satu permasalahan yang homogeny buat bioskop yaitu tayangan film gratis. Keadaan tersebut ternyata tidak menyurutkan niat para pengusaha kelas kakap untuk berinvestasi dan berinovasi di industri ini.


Kondisi Bioskop di Kota Kisaran Saat ini
Saat ini tidak ada satupun bioskop yang beroperasi di Kota Kisaran. Bagi anda generasi yang lahir dan besar di dekade 2000-an mungkin tidak tahu bahwa pernah ada beberapa bioskop di Kota Kisaran. Berikut ini informasinya;

Ria Theatre
Bioskop yang pertama kali hadir di kota Kisaran adalah Ria Theatre. bioskop yang  berada di Jl. Imam Bonjol atau berada di pusat kota Kisaran ini mulai beroperasi sekitar tahun 50-an. Sayangnya gedung bioskop tersebut kini sudah tidak bisa kita lihat lagi, dikarenakan sudah berganti menjadi rumah burung walet.


Varia Theatre
Mungkin bioskop ini dulunya adalah bioskop yang paling “berkelas” diantara bioskop lainnya di Kisaran. Ini dikarenakan terdapat 3 studio di dalamnya dan dilengkapi dengan kursi yang lebih nyaman dan menggunakan pendingin udara. Tiket masuk di bioskop ini cenderung lebih mahal dibandingkan dengan yang lainnya. Bioskop ini terletak di Jl. A. Rivai, bangunan bioskop ini sendiri masih ada hingga sekarang. Namun terbengkalai tanpa fungsi, hanya pelatarannya saja yang digunakan oleh PKL kuliner yang banyak mangkal di sepanjang jalan A. Rivai.


Jaya Theatre
Bioskop ini terletak di Jalan Diponegoro, tidak banyak informasi yang kami dapat mengenai bioskop ini. Namun ada beberapa pengalaman pribadi yang penulis rasakan sewaktu menononton di bioskop ini. Antara lain: bioskop ini adalah bioskop yang paling nasionalis, ini dikarenakan lebih banyak memutar film-film nasional ketimbang film asing. Bahkan tiket masuknya juga sangat menggiurkan bahkan ada istilah 1-2 (1 tiket untuk 2 orang) dan harga tiketnya terkenal paling murah diantara bioskop lainnya. Sayangnya kondisi studionya pada waktu itu tidak terjaga dan terkesan sangat tidak nyaman seperti ada kursi yang rusak bahkan ada ulah penonton yang sengaja merusak fasilitas bioskop tersebut.

Powered by Blogger